Revision Control adalah sistem penomoran dari revisi koding yang kita buat, kita jadi gak lost track, dan juga gampang misalnya kalau kita melakukan kesalahan.
Kenapa penting pakai RC ? simple, karena RC mencatat setiap perubahan yang kita buat. Ya kita bisa aja bilang “inget apa aja yang udah lo ubah!”, tapi saya tidak bisa. Saya orangnya pelupa, sangat pelupa, apa yang saya ubah sekarang belum tentu saya inget dalam waktu 5 menit kemudian, karena itu lah saya memakai RC.
Saya juga pakai RC untuk deploy ke server aplikasi ? kenapa ? karena lebih simple, dan memastikan bahwa versi yang saya deploy itu adalah versi stabil dari aplikasi yang saya ubah. Simple tapi berguna. Saya tidak menggunakan SCP, karena SCP berarti saya harus mentransfer file yang berubah satu persatu, jika perubahan besar itu tidak masalah karena saya bisa langsung meng-overwrite foldernya. Tapi kalau perubahan minor, hanya 2 atau 3 file dari masing-masing folder, bisa keriting jari saya SCP terus — #lebay –, dah gitu karena saya pelupa, kadang saya lupa mana aja file yang udah saya SCP mana yang belum.
Jadi gimana menurut mu ?
*photo taken from sini
Minggu pagi di Victoria Park bercerita tentang TKW. Mayang adalah seorang TKW yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga di Hongkong, selain itu dia juga mempunyai misi menemukan adiknya yang telah setahun lebih dulu ke Hongkong dan menghilang tanpa kabar.
Kita sering mendengar bagaimana TKW diperlakukan, tapi kita jarang ‘melihat’ nya secara langsung. Film ini mungkin mampu menggambarkan sedikit bagaimana kehidupan TKW disana, walaupun tak semua diperlihatkan. Akting Titi Sjuman sebagai Sekar benar-benar menjiwai, mulai dari bahasa tubuhnya, sampe bahasa Jawanya yang terdengar sangat medhok apalagi pas dia misuh. Dan Lola Amaria, dia berhasil mengangkat kehidupan TKW yang katanya menjadi pahlawan devisa itu — di akhir film, ada text yang bilang kalau pendapatan devisa dari TKW itu sekitar 6 Trilyun ( atau Milyar yah, mbuh yang pasti digitnya banyak ) –
Sebaiknya, sebelum nonton film ini sediakan tissue yang banyak. BTW, kangen band FTW!!! #hellyeah
Seperti film pixar yang lainnya, Toy Story 3 juga punya kesan mendalam, Awalnya Team Pixar tidak ada ide bagaimana membuat sequel dari Toy Story, sequel sekaligus penutup. Sampai akhirnya mereka memutuskan plot Toy Story 3 adalah ketika Andy lulus SMA dan pergi kuliah, dan harus memutuskan mau diapakan mainan masa kecilnya. Dibuang, ditaruh di loteng, atau disumbangkan ke Sunny Side daycare.
Film ini sungguh menghibur, membuat saya ngakak, tapi sekaligus membuat saya jadi sedikit berpikir, mungkin gak yah maenan saya membenci saya karena selalu diabaikan bahkan dirusak:)). Seperti film pixar yang lainnya, tidak ada adegan kekerasan, menurut saya malah bagus klo ditonton sama anak kecil, membuat mereka menyayangi maenan mereka
Bagi saya, Karate Kid seperti oase, setelah saya dikecewakan oleh Tekken dan juga Sex and the city 2. Karate Kid berhasil merebut hati saya.
Film ini remake, tapi membawa gaya yang beda dengan Karate Kid yang dibuat tahun 1984. Dan iya, di film ini bukan karate tapi kungfu, ntah kenapa namanya “Karate Kid”. Saya masih inget waktu itu terpana dengan tendangan bangau yang dilakukan oleh sang protagonis, dan saya terpana lagi melihat tendangan yang hampir sama di Karate Kid 2010.
Tokoh Dre dimainkan dengan manis oleh Jaden Smith, emosi – emosinya terasa banget, dan karakternya Dre bener – bener dibangun dari nol, dari gak tau apa – apa sampe bisa juara dan bisa kerasa usaha keras nya si Dre, yang jelas saya senang karena Dre adalah tokoh yang berusaha keras, bukan yang baru belajar langsung bisa dan jago. Jackie Chan berhasil memanusiakan tokoh Han sebagai guru kungfu yang hebat, tapi juga sebagai manusia yang punya kelemahan.
Jika saya update blog hari ini, masih ada yang baca gak yah ??
Hari ini pengen nulis tentang earth day! tapi apa yang ditulis ? setelah dipikir-pikir apa yang pernah saya lakukan buat bumi ini… #lebay
Saya pernah mikir, apa jadinya klo orang – orang stop buang sampah sembarangan di Jakarta.. Mungkin jalanan jadi bersih, mungkin jadi lebih ciamik Jakarta.
Ah ngomong apa sih loh prie ? ngalor ngidul! ah ngga ini cuma lamunan saya aja. Saya mulai membiasakan bawa kantong sampah sendiri, jadi sampah saya selama dari rumah nun jauh disana, sampe kantor itu selalu kebawa, dan dibuang tempat sampah kantor. Memang tidak banyak, tapi seengganya saya melakukan sesuatu.
PS : foto di ambil dari sini
Donny Dhirgantoro dalam novelnya 5cm pernah menulis tentang beberapa orang yang tinggal dalam sebuah goa, di dalam goa, dunia tampak aman dan nyaman, tak banyak konflik, yang ada hanyalah rutinitas. Goa itu juga aman dan nyaman, seluruh kehidupan terjamin.
Sekarang permasalahannya adalah ketika berada di dalam Goa, mereka cenderung tidak berani mengejar mimpi, apapun itu. Karena takut,takut kehilangan kestabilan dalam hidup, takut gagal, takut ketika keluar goa mereka akan mati terlindas oleh gegap gempitanya dunia #ahlebay
Jadi keluar atau tidak dari Goa itu lah pertanyaannya ..Dilema ? menurut saya iya, di satu sisi kita ingin mengejar mimpi yang tak mungkin bila kita tetap di dalam Goa tersebut, tapi di sisi lain kita juga gak ingin keluar dari Goa Kenyamanan ini yang membuat kita merasa nyaman dan aman. Walaupun kita telah banyak menjadi saksi tentang keberhasilan orang yang berani keluar dari Goa Kenyamanan tersebut.
kenyamanan itu tak perlu di cari kok, semuanya sudah ada di dalam dirimu, bukan di dalam atau di luar goa :) @fanabis
Banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk dapat keluar dari Goa, apalagi sekarang semuanya sudah mulai tenang dan stabil… tak bergejolak, walaupun saya juga tidak bisa memastikan sampai kapan semuanya bisa tetap tenang dan stabil. Pikiran sepert “kalau gagal gimana” , “gimana klo ternyata lo salah perhitungan“,”klo pindah-pindah nanti malah susah loh dapet jodoh *eh*” masih sering menghantui saya.
So make the best of this test, and don’t ask why
It’s not a question, but a lesson learned in time
–
Good Riddance by Greenday
Istiqoroh prie, tentu.. hal itu saya lakukan, walaupun belum bisa menghilangkan 100% rasa ragu dan takut saya.
Malem jum’at kemaren, saya bersama temen – temen saya nonton Clash Of The Titans … Menurut saya pribadi, filmnya mengecewakan.







