suprie.in.ruangkopi.com

suprie.in.ruangkopi.com

komen - komen yang masuk spam ituh*…

May8

Ah geblek, tolol, sembarangan, asu!!.

Untung dia tanya kenapa komentar nya di anggap spam, langsung menuju ke Spam List nya punya Spam Karma 2, dan jreng !!! hampir semua komentar ternyata di anggap spam… :(( , komentar nya dia, dia, dia , dia ,dan masih banyak lagi yang laennya …

Argghhh ada salah apa gw yah sama Spam Karma 2 jadi komen2 di blog gw di boikot ginih :wtf: , ya sudah lah saya kembali lagi ke Akismet…

Yah kudu gw sortir atu - atu deh… yang mana yang spam mana yang bukan…

Buat yang merasa komen nya masuk spam, atau udah di anggap spam kami mohon maap

by management

*ituh adalah trademark tika

Gokusen..

May7

dGokusen I

Gokusen , adalah dorama / film drama jepang yang mengisahkan tentang perjuangan seorang guru menghadapi murid - murid nya yang diangkat dari manga yang berjudul sama. Film ini kocak , sekaligus mengharukan. Tak jarang film ini mampu membuat kita terenyuh, bikin mata kita berkaca - kaca…

Kisah ini dimulai dengan masuknya seorang guru perempuan Kumiko Yamaguchi (Yukie Nakama) . Bukan - bukan dia bukan salah satu bintang JAV , dia adalah cucu dari keluarga Yakuza ‘Oedo Family’ , dia diberi tugas untuk mengajar anak kelas 3-D di shirokin school — sebuah sekolah swasta khusus pria — . Kelas 3-D terkenal karena kenakalan nya melebihi teman - temannya.

Yankumi — panggilan anak - anak 3-D kepada Kumiko — telah memberikan satu pembelajaran kepada mereka, dengan cara belajar nya sendiri, dia telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mereka. Bukan hanya belajar akademis, tapi dia juga memberi mereka belajar dari hidup. Dia mau berada di antara mereka disaat semua dunia memusuhi mereka, dia mau percaya pada mereka disaat semua orang menuduh mereka. Kedekatan Yankumi dengan murid kelas nya , telah membuat sekolah menjadi mengasikkan bagi mereka, mereka mulai percaya dengan dia, dan akhirnya bersahabat.

Disalah satu episode, ada seorang anak yang akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah karena selalu di kerjain , jadi samsak, istilah kerennya bullied . Tapi kemudian Yankumi menemui anak itu, mengajarkan kepada dia untuk berani bangkit, berani melawan, tidak lari dari masalah.Klo diliat - liat kisah di Gokusen mirip - mirip dengan Great Teacher Onizuka

Berbeda dari sinetron - sinetron Indonesia yang pernah saya tonton, dorama mengajarkan banyak pelajaran - pelajaran dalam hidup, mereka bisa membuat sesuatu yang menurut saya unik, tidak monoton, dan sangat layak di tonton. Klo sinetron di Indonesia, saya hanya dapat menemukan satu pola, yang mungkin ada modifikasi sedikit sana sini, tapi itu tidak membedakan dari sinetron yang sebelumnya. Kesimpulan dari sinetron - sinetron Indonesia itu

  1. Si kaya jatuh cinta dengan si miskin
  2. Tokoh - tokoh antagonisnya klo gak ibu nya, ibu tiri, atau seseorang yang laen yang suka juga, mereka biasanya berkomplot.
  3. Tokoh protagonis itu baek hati, ramah tamah , dan tidak sombong, rajin menabung, rajin ibadah, klo belok gak lupa tengok kiri kanan, dan yang paling sering ditemuin pemaaf. Mau diapain sama tokoh antagonis nya pun pasti dimaafin. Pokoke lempeng banget deh, gak ada cela.
  4. Tokoh antagonis biasanya jutek banget, dan jahat banget. Kadang di sertai suara yang cempreng, pokok nya tokoh antagonis itu yang paling ngeselin di film.
  5. Gak tau nya si miskin ini adalah anak orang kaya, dan keadaan pun berbalik.
  6. Si antagonis biasanya akan insap dan mengakui kesalahannya. Kemudian sikap nya pun berubah jadi seperti si Protagonis
  7. Dan mereka pun hidup bahagia selamanya
  8. Biasanya klo mau di buat sekuel, gampang… seperti saat mau merid atau lagi pergi bersama mereka kecelakaan, saat bangun ilang ingatan, atau tiba - tiba ada orang ketiga yang muncul and then the story goes…

Dan hampir semua sinetron temanya seragam, antara cinta, atau horor.

Kemarin minggu waktu isenk gak ada kerjaan, akhirnya saya nonton tv sodara - sodara… kaget ngeliat film , tapi judulnya lupa dan nama tokohnya juga lupa — maklum, suka Short Term Memory Syndrome gituh — , itu pemerannya si wulan guritno dan VJ arie. si Arie ini bercerai dari wulan, tapi masih sayang sama 3 anak nya, karena saking sayang nya Arie bersedia menyamar dari jadi pengasuh si anak - anak, kemudian saat bertemu dengan calon suaminya wulan, di kerjain sama si arie, sampe akhirnya si calon suami itu nkeselek biji kedondong, dan di tolong oleh arie yang saat itu lagi menyamar jadi pengasuh , dan disaat bersamaan juga lagi interpiu untuk produksi film edukasi buat anak - anak, dan disitulah terbongkar penyamarannya

Hmmm… jadi inget sama satu film, yang mirip banget kisahnya. Sah - sah saja, toh semuanya juga kita juga belajar dari meniru, hanya saja pada akhirnya kita dapat mengambil jalan kita sendiri.

Related Post:

Osarusan ..

Zona Nyaman

May5

Ada seorang sahabat, saat semester 4 , mendadak dia gelisah. Gelisah karena khawatir dia tidak bisa melanjutkan kuliah lagi, karena problem keuangan. Saat itu dia mengambil sebuah keputusan penting dalam hidup nya, yaitu cuti kuliah untuk mencari kerja. Dan dia kemudian dapat kerja sebagai seorang surveyor motor dari sebuah perusahaan finance terkenal. Saat itu sebenarnya saya khawatir dia keasikan kerja, sehingga kuliahpun tak sempat. Dan itu pun kejadian, dia tidak bisa melanjutkan kuliah karena kesibukannya. Sekarang, dia sudah menjadi salah satu manajer di perusahaan tersebut, jabatan yang di peroleh nya dari hasil kerja keras, bukan ijasah. Dia membuktikan bahwa walaupun berbekal ijasah SMEA, seorang bisa menjadi ’seseorang’ . Dia keluar dari zona nyaman saat itu, lalu berani mengambil resiko, sekarang keputusan yang di ambil nya telah menjadikan dia seorang Sarjana Ekonomi — bukan seorang sarjana komputer — dan sedang mendalami magister manajemen. Dengan kerja keras nya dia bisa membuktikan bahwa keputusan yang di ambil nya adalah benar.

Dia berani keluar dari zona nyaman nya, dan berhasil.

Kawan, kadang kita terlalu terlena dengan zona yang kita anggap aman. Dengan dukungan finansial yang cukup , dengan suasana kerja yang nyaman. Tapi kadang hal itu mengorbankan satu hal dari kita, yaitu Mimpi. Terkadang kita menganggap mimpi itu hanyalah mimpi kita saja, angan - angan belaka, tak mungkin jadi kenyataan, kita seakan kehilangan jati diri karena kehilangan mimpi itu.

Mendapat upah karena menyenangkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri, kan itu dalam seni namanya pelacuran?

(Pramoedya Ananta Toer)

Satu lagi yang hilang adalah Idealisme, terkadang untuk memenuhi kebutuhan , kita mengorbankan apa yang kita sebut idealisme. Idealisme ini relatif , karena idealisme orang berbeda. Idealisme ini juga yang membuat saya meninggalkan pekerjaan saya di perusahaan multinasional ke sebuah perusahaan IT Consultant yang kecil, tapi masih berkembang. Walaupun idealisme itu bukan satu - satu nya alasan saya meninggalkan pekerjaan itu. Bagi saya, yang sering menyarankan orang untuk bermigrasi ke Linux , aneh rasanya jika saya menyuruh orang pakai Linux tapi saya sendiri tidak pake, menyuruh orang untuk memakai software legal tapi saya menggunakan software illegal. Di perusahaan yang lama, saya memakai windows 2000 dan office 2003 yang asli, tapi tetap, something is not right.

Jadi, beranikah kita untuk keluar dari zona nyaman kita, untuk mengejar cita - cita dan mimpi, serta berusaha untuk mempertahankan yang namanya idealisme.

Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat tak terduga yang bisa timbul pada samudra, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya

(Pramoedya Ananta Toer)

Mengapa harus membajak ???

May5

Tertarik dengan tulisan ini , ada beberapa point yang saya kurang setuju.

1. Karena sumberdaya iptek tidak semestinya dikomersialisasikan…

Kurang setuju !!!. Sumberdaya IPTEK saya rasa bebas saja di komersialisasikan, banyak koq produk open source yang komersial, sebagai gantinya mereka memberikan support dan garansi, klo gak komersial, bagaimana Kuli - kuli IT kaya saya mencari duit :p . Dengan Microsoft, berbeda soal, Microsoft bukan hanya mengkomersialisasikan produk mereka, tapi mereka juga mengunci ide, jadi gak ada ide yang dapat ditiru! kita menyebutnya dengan proprietary, Kekayaan Intelektual yang mereka punyai mereka simpan untuk diri mereka sendiri, dengan berbagai lisensi. Sah ? bagi saya itu sah saja, tapi jahat ? iya, mereka jahat. Dengan begitu programmer yang lebih jago tidak dapat memaksimalkan kerja mereka, karena algoritma nya telah di patenkan oleh vendor software, dan negara berkembang seperti kita tidak dapat mempelajarinya, menyebabkan ketergantungan pada mereka — Vendor - vendor software –.

2. Kita negara berkembang, kalau kita ‘taat’ memakai software komersil legal, sampe kapanpun kita akan jadi konsumen yang tergantung dengan produk mereka.

Iya, karena itu gunakan lah Free / Open Source Software !!! karena dengan software opensource, negara kita dapat bersaing dalam bidang IT, tidak ada ide yang di kunci, semua terbuka dan bisa di pelajari. Bisa saja kita mendirikan perusahaan IT yang support ke produk Open Source, seperti hal nya Linux. Memakai bajakan bukan nya jalan menuju negara yang dapat mandiri. Jika kita ingin negara yang mandiri, melepaskan diri dari Vendor Lock , makanya mulai mengembangkan software Free / Open Source Software adalah salah satu jalannya, dan jika kita masih memakai produk mereka, walaupun bajakan, kita masih bergantung pada mereka.

3. Sekali lagi kita negara mis… eh… berkembang, meski berhadapan dengan tingginya pembajakan dibeberapa negara (rusia, cina, indonesia, vietnam dll) Microsoft (dan partner2nya) sudah cukup mengeruk keuntungan. Mereka tetap untung kok meskipun pembajakan di negeri ini tinggi. Anggap saja itu kompensasi dari sumberdaya alam kita yang sudah di keruk habis-habisan oleh US dan negara maju lainnya.

Saya rasa itu hanya lah pembenaran dari pembajakan. Kita sama - sama tahu, klo kita pake barang haram, apa pun bentuk nya tetap haram, dan pembajakan adalah pencurian. Itu sama saja jika ada orang yang mencuri dari rumah kita, lalu pencurinya bilang, “ah orang itu cukup kaya koq, mereka masih bisa membeli barang yang lain”, tapi tetap saja judul nya pencuri. Karena kita merujuk pada perbuatan bukan alasan. Ingat!!, walaupun dalam bentuk apapun dan alasan apa pun, di agama apa pun, mencuri adalah dosa hukumnya.

4. Ini logika ekstrim saya satu lagi, Rata2 produsen software komersil (terutama lingkaran microsoft) termasuk dalam daftar penyumbang Israel yang notabene sebagian digunakan untuk membeli peluru yang diarahkan pada saudara-saudara saya seiman di Palestina. Dengan saya menggunakan software bajakan, maka saya ikut membantu mengurangi jumlah peluru yang digunakan untuk membunuh muslim di palestina tersebut… (ngghhh… i guess?)

Ada baiknya jika kita menuduh seseorang atau sesuatu kita harus bisa juga memberikan fakta, bukan dugaaan atau asumsi. Maka saya tidak mau ikut - ikutan poin yang terakhir karena saya juga belum punya bukti yang mendukung ataupun yang menyangkal. Saya usahakan selalu memakai produk Free Open Source Software , karena itu adalah pilihan saya, jika saya ingin menggunakan produk - produk proprietary saya usahakan yang legal.

Jika kita mulai menggunakan Free Open Source Software, seengganya kita akan :

  1. Ikut mendorong pertumbuhan IT di Indonesia.
  2. Seengganya kita tahu kalau kita pake FOSS apa lagi yang lokal, duit yang kita bayarkan tidak akan lari ke negara lain, misalkan seatu hari nanti Blankon dapat memberikan service dan support, duit tidak akan lari keluar negeri, dan itu juga mendorong tumbuhnya perusahaan yang sejenis.

Segitu aja dulu, pendapat saya tentang post nya. Jika ingin berdiskusi silahkan, ini pendapat pribadi, tapi saya rasa masih bisa di debat, i’m just human afterall.

Wabiltaufiq wal hidayah,

Wassalamualaikum wr wb

Newer Entries »