5.05.08
Zona Nyaman
Ada seorang sahabat, saat semester 4 , mendadak dia gelisah. Gelisah karena khawatir dia tidak bisa melanjutkan kuliah lagi, karena problem keuangan. Saat itu dia mengambil sebuah keputusan penting dalam hidup nya, yaitu cuti kuliah untuk mencari kerja. Dan dia kemudian dapat kerja sebagai seorang surveyor motor dari sebuah perusahaan finance terkenal. Saat itu sebenarnya saya khawatir dia keasikan kerja, sehingga kuliahpun tak sempat. Dan itu pun kejadian, dia tidak bisa melanjutkan kuliah karena kesibukannya. Sekarang, dia sudah menjadi salah satu manajer di perusahaan tersebut, jabatan yang di peroleh nya dari hasil kerja keras, bukan ijasah. Dia membuktikan bahwa walaupun berbekal ijasah SMEA, seorang bisa menjadi ’seseorang’ . Dia keluar dari zona nyaman saat itu, lalu berani mengambil resiko, sekarang keputusan yang di ambil nya telah menjadikan dia seorang Sarjana Ekonomi — bukan seorang sarjana komputer — dan sedang mendalami magister manajemen. Dengan kerja keras nya dia bisa membuktikan bahwa keputusan yang di ambil nya adalah benar.
Dia berani keluar dari zona nyaman nya, dan berhasil.
Kawan, kadang kita terlalu terlena dengan zona yang kita anggap aman. Dengan dukungan finansial yang cukup , dengan suasana kerja yang nyaman. Tapi kadang hal itu mengorbankan satu hal dari kita, yaitu Mimpi. Terkadang kita menganggap mimpi itu hanyalah mimpi kita saja, angan - angan belaka, tak mungkin jadi kenyataan, kita seakan kehilangan jati diri karena kehilangan mimpi itu.
Mendapat upah karena menyenangkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri, kan itu dalam seni namanya pelacuran?
(Pramoedya Ananta Toer)
Satu lagi yang hilang adalah Idealisme, terkadang untuk memenuhi kebutuhan , kita mengorbankan apa yang kita sebut idealisme. Idealisme ini relatif , karena idealisme orang berbeda. Idealisme ini juga yang membuat saya meninggalkan pekerjaan saya di perusahaan multinasional ke sebuah perusahaan IT Consultant yang kecil, tapi masih berkembang. Walaupun idealisme itu bukan satu - satu nya alasan saya meninggalkan pekerjaan itu. Bagi saya, yang sering menyarankan orang untuk bermigrasi ke Linux , aneh rasanya jika saya menyuruh orang pakai Linux tapi saya sendiri tidak pake, menyuruh orang untuk memakai software legal tapi saya menggunakan software illegal. Di perusahaan yang lama, saya memakai windows 2000 dan office 2003 yang asli, tapi tetap, something is not right.
Jadi, beranikah kita untuk keluar dari zona nyaman kita, untuk mengejar cita - cita dan mimpi, serta berusaha untuk mempertahankan yang namanya idealisme.
Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat tak terduga yang bisa timbul pada samudra, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya
(Pramoedya Ananta Toer)

gak bakal ada pesawat terbang, lampu listrik, telepon, dsb
Untung dah pake Linux :p
Untung gue pake iMac...
makin asyik euy jd customer cellphone di indo
@made eka tentu
iya nih.. maksa banget biar pake vista.. vista kan berat banget.. klo linux user friendly ga sih??
dikasi gratis kok gak mau ya... payah.
gak ngaruh ah...... Hidup mikrotik! *harah* .::he509x™::.
seprtiny dri quh prnah mrasakanny dwegh' but..' dri situlah aquh bs mrasakan indahny dunia, yg blum
Lalu bagaimana nasib para konsumen yang cinta mati dengan Windows XP? Kalo udah cinta windows berart
sama neh udah kena usus buntu. perlu dioperasi secepatnya.