Empat Mata tanggal 14 April 2008
Gak sengaja kemarin malem, nonton 4 mata. heheheh awal ketertarikan saya sih jujur gara - gara ada nadine , yng sekarang sedang melakukan fotografi dalem aer. hahaha jadi ikan duyung doi. Tapi kemudian yang membuat saya betah nonton, ada dua tokoh yang saya rasa belum banyak di kenal masyarakat yaitu Capt Pilot Aziz Hamid dan juga seorang wartawan perang vietnam — doh namanya gw lupa –
Capt Pilot Aziz Hamid adalah pilot VVIP / Kepresidenan, mempunyai jam terbang sebanyak 22000 jam terbang, beliau ini lah yang membawa presiden Indonesia mulai dari jaman Soeharto sampai ke pada SBY. Tanggung jawab beliau tidak lah kecil kawan, bayangkan apa yang terjadi jika dia tidak hati - hati lalu pesawat jatuh, Indonesia akan kehilangan pemimpin, terlepas kita suka atau tidak sama pemimpin tersebut. Disiplin dan safety itulah kuncinya ungkap beliau, karena menerbangkan VVIP selain safety, dia juga harus membuat mereka se nyaman mungkin, seperti dia cerita klo mau landing dia bener - bener perhatikan semuanya, dia ingin agar VVIP tidak terlalu terguncang pas landing.
Dan wartawan perang Vietnam (Maaf saya masih lupa namanya, klo gak salah nama depan nya itu Hendra) itu ternyata bukan hanya meliput perang Vietnam saja, beliau juga meliput konflik di timur timor, pada saat kejadian lubang buaya pun di liput. Beliau telah menjadi saksi sejarah, saksi hidup sebuah ketamakan dan pengkhianatan.
Mereka berdua , menurut pendapat pribadi saya, telah mampu mengukirkan nama mereka dalam sejarah Indonesia, banyak hal yang kita bisa pelajarin dari sejarah, walaupun sejarah itu kita tidak ingin terulang kembali. Sekarang sudah kah kita mengukirkan nama kita dalam sejarah ?
Mungkin terlalu muluk - muluk , tapi kita pun sekarang sedang berperang, tapi bukan berperang dengan peluru tajam , ataupun martir , tapi dengan pemikiran, dan ide. Dan saya rasa itu lah yang akan membawa Indonesia satu tingkat lebih maju daripada sekarang.
“Jangan kau mudah terpesona oleh nama-nama. kan kau sendiri pernah bercerita padaku: nenek moyang kita menggunakan nama yang hebat-hebat, dan dengannya ingin mengesani dunia dengan kehebatannya—kehebatan dalam kekosongan. Eropa tidak berhebat-hebat dengan nama, dia berhebat-hebat dengan ilmu pengetahuannya. Tapi si penipu tetap penipu, si pembohong tetap pembohong dengan ilmu dan pengetahuannya” - Pramoeditya Ananto Toer - Anak Semua Bangsa
aku udah ga demen empat mata,,lama2 ngebosenin, btw sampeyan dapat pr dari saya , kalo sempet dikerjain yach,,hehehehe
ika’s last blog post..(PR) All ’bout me
bener2 ndeso….. huh..
______
http://phreakaholic.wordpress.com
phreakaholic’s last blog post..Nama Jepang dan Artinya