Novel: lom ada judul
DISCLAIMER
Berikut adalah novel versi percobaan yang saya coba buat, isenk, Sekalian belajar dan menghilangkan jenuh dikala sibuk koding. seluruh tokoh , tempat , dan waktu kejadian murni fiksi belaka, jika ada kemiripan kejadian, tokoh, dan tempat itu ada ketidaksengajaan semata tanpa maksud menghina , meledek, apalagi jadi ember. So please don’t hestitate untuk mengkritik untuk menjadikan novel ini lebih baik.Â
Rasanya berat benar hari ini. Untuk memulai aktifitas yang biasa - biasanya, maklum satu bulan belakangan ini rasanya latian itu semakin berat, seiring dengan semakin dekat nya PORDA, kebetulan aku ikut mewakili Jakarta dalam lomba panjat <del>pinang</del> dinding. Di ruangan sempit ini lah aku sementara akan menghabiskan waktu, hingga selesai skripsi, yang hingga tak kunjung selesai.
“Nti, bangun yan, gw beli rokok donk!!” ah akhirnya ku terbangun juga. Untuk menambah duit jajan, aku dan beberapa teman satu kontrakan menjual rokok ketengan, yah mayan deh hasilnya. Tapi hari ini terasa beda, ada tetangga baru yang tinggal di dekat ku, mereka mahasiswa dari almamater yang sama dengan ku, hanya beda jurusan, dan mereka juga dalam masa skripsi juga. Di antara tetangga - tetangga baru ku itu , ada satu orang yang sangat menarik perhatianku, seorang warga keturunan.
“Itu cowo lucu juga yah, putih gituh!!” ujar ku riang kepada Daisy, teman kontrakan ku. Berbeda dengan mereka , di kontrakan ku isinya cewe semua.
“Yang mana ??” tanya Daisy balik.
“Itu loh yang kaya cina” ujar ku.
“Owwh yang itu ?? lo mau gw kenalin ?” ujarnya lagi.
Ah aku hanya terdiam, dan tersipu malu, heran aku dengan kemampuannya yang dengan gampang menebak jalan pikiran ku, mungkin itu yang namanya soulmate kali yah. Dengan gesit Daisy segera bertanya ke seorang temannya dikenalnya di antara gerombolan manusia berburung itu. Dari dia, aku pun tahu bahwa namanya adalah Dewa. Daisy tersenyum dengan penuh kemenangan seakan berhasil memecahkan sebuah misteri hati.
Keesokannya, Daisy memulai melaksanakan rencana untuk menjodohkan aku dengan Dewa. Entah bagaimana ia bisa dapat nomor handphone nya Dewa. Sekali waktu sehabis latihan memanjat, dia menelpon si Dewa, dengan dalih ada perlu, dia meminta Dewa mengantarku pulang. Aku pun hanya bisa tertawa senang.
Tak terasa satu bulan pun berlalu, dan akupun semakin dekat dengan dia, sampai suatu saat teman - teman ku membuat sebuah rencana untuk makan di luar, sekalian nongkrong. Aku hanya bisa ikut tanpa curiga apa pun. Di tempat makan itulah si Dewa menyatakan cintanya, ah it’s too good to be true.
Keesokannya, dia seperti menghindar dari ku. Entah kenapa, oh Tuhan , apakah kejadian semalam itu hanya mimpi, atau aku hanya di kerjai saja oleh teman - teman ku, jika iyah, ah masih pantaskan mereka dianggap teman ?.
Dari sekilas ceritanya gw bisa menebak siapa tokoh2x nya prof. But gw salut loe bisa menceritakannya dari pandangan orang lain, bukan dari pandangan loe sendiri.
That’s great bro.
Terusin ya novelnya, siapa tau tokoh gw muncul jg disitu .. hehehehe
indrio’s last blog post..Connecting Just-It to picasaweb
Ceritanya cukup menarik n hampir “Sama” dgn kehidupan nyata gw…Gw tunggu cerita berikutnya yg lebih lengkap alias komplit alias the end, n gw harap ceritanya harus bisa lebih “mendekati kisah nyata” ya…
TOP TOP TOP….
Karakter “DEWA” harus lebih kuat nantinya ya….hehehehehe…..
daniel’s last blog post..Lagi Bingung???
Ummmm… sorry before..
Ini ada lanjutannya ndak?
Kalau ndak ada, mungkin lebih pas disebut sebagai “cerpen”
:mrgreen:
Mana lagi kelanjutannya?????
Hahhh payah lw…
ayo donk dilanjukan Novelnya…
gw mo tau lw tau seberapa banyak…
daniel’s last blog post..Stop Smoking….